Minggu, 05 September 2010

Bersikap Tenang

Ada seorang pemuda, sebut saja namanya KUKUH, yang ingin bekerja di perusahaan kereta api.
 
Setelah melewati ujian tertulis, ia dipanggil menghadap untuk menghadap kepala personalia, sebut saja namanya PARLIN.

“Seandainya Anda berada di pos jaga dan melalui monitor, Anda melihat dua kereta api dari arah yang berlawanan sedang melaju kencang di jalur kereta api yang sama, apa yang akan Anda lakukan?” tanya Parlin.

“Saya segera akan menekan tombol komputer untuk mengalihkan salah satu kereta ke rel yang lain.” jawab Kukuh dengan mantap.

“Bagaiman bila komputernya hang?”

“Saya akan segera mengalihkannya secara manual dengan hendel yang tersedia.”

“Kalau hendelnya rusak?”

“Saya akan menelopon stasiun terdekat untuk menghentikan salah satu kereta dan mengalihkannya ke rel yang lain.”

“Kalau telepon kantor rusak?”

“Saya akan mencari telepon umun dan menelepon stasiun terdekat”

“Kalau ternyata telepon umumnya juga rusak?” kejar Parlin.

“Kalau begitu keadaannya, Saya akan berlari sekencang- kencangnya ke rumah dan menjemput kakek saya, Bejo, untuk saya bawa ke sini” jawab Kukuh.

“Apa kakek Anda bisa memperbaiki hendel yang rusak itu?” tanya Parlin keheranan.

“Oh, tidak” jawab Kukuh.

“Kalau begitu, untuk apa Anda membawa kakek Anda ke sini?”tanya Parlin semakin heran.

“Seumur hidup, kakek saya belum pernah melihat kereta api bertabrakan!” jawab Kukuh dengan wajah polos.

Cerita di atas menunjukkan dua hal.

Pertama, kedua belah pihak ingin menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan. Parlin, sebagai kepala bagian pesonalia, tentu ingin menunjukkan kepada perusahaan kereta api bahwa ia merekrut karyawan yang terbaik yang bisa didapatkannya. Di sisi lain, Kukuh pun ingin menunjukkan bahwa ia layak direkrut.
 
Kedua, Parlin ingin memperoleh kepastian bahwa setiap karyawan perusahaan kereta api harus kreatif ketika menghadapi masalah. Sebaliknya, Kukuh pun berusaha memenuhi tuntutan itu dengan terus memberi solusi atas setiap masalah yang disodorkan.

Apa pelajaran yang dapat kita ambil?

Di saat menghadapi keadaan darurat, kita harus bersikap TENANG.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar